Event Cinta Tanah Air dari Area Sumatera

Sudah lama ingin mencipta event dengan satu garis besar tema yaitu “Cinta”. Tak melulu cinta pada pasangan, namun cinta dalam makna luas. Cinta keluarga, cinta diri sendiri, kali ini cinta tanah air. Wah!

Judul: Cuap-Cuap Negeri +62

Penulis: Emmy Herlina#Dyah Y#Wawang Yulibrata#Sukma#Sabiqis Edogawa#Hardianti#Zakiya Feria#Wenny Kartika Sari#Dewi Adikara#Villia Rangkoto#Deril Zet#Re Reynilda

Penerbit: Rumedia

Blurb:
Sejak awal tahun 2020, terjadi wabah Covid19. Sebuah virus yang tiba-tiba datang dan mulai mewabah di dunia, termasuk Indonesia. Hingga setelah Indonesia merayakan kemerdekaannya, wabah ini masih juga melanda. Untuk pertama kalinya, upacara kemerdekaan dirayakan dengan keheningan di istana negara, hanya dihadiri beberapa orang saja. Bahkan di beberapa tempat upacara juga perlombaan yang biasanya menghiasi suasana, terpaksa ditiadakan.  Ah, memangnya apa makna dari kemerdekaan? Apakah negeri kita sudah merdeka dalam arti sesungguhnya? Mari kita baca komentar netizen dalam Cuap-Cuap Negeri +62. Suatu perwujudan tentang cinta tanah air yang tak pernah luntur.

***

Dengan jumlah penulis terhitung paling sedikit di antara sekian event Nubar Area Sumatera menjadikan event ini begitu eksklusif. Namun, jangan disangka penilaian jadi lebih gampang. Ada banyak kisah begitu menarik. Simak saja cuplikan di antaranya:

Saya tak lagi bisa berkata-kata. Ini adalah yang kedua kalinya dalam bulan ini saya mendapatkan masalah serupa. Kami mengakhiri pertemuan dengan janji saya untuk bicara pada kepala sekolah dan yayasan tentang penangguhan tagihan tunggakan biaya SPP. Mungkin tak akan banyak membantu, tapi paling tidak, ada sedikit keringanan yang bisa diberikan.
Saya tidak tahu banyak tentang dampak pandemi ini di dunia bisnis dan perekonomian karena tidak bergerak di bidang tersebut. Namun, saya mendengar banyak cerita tentang betapa sulitnya pandemi ini bagi orang tua yang memiliki putra dan putri yang masih bersekolah. Dunia pendidikan mau tidak mau terkena imbas dari virus yang entah kapan akan pergi dari negeri ini. (“Sekolah dan Pandemi” oleh Hardianti)

Dan juga, satu naskah favoritku juga, yaitu:

Ia pantang menyerah. Budaya kembali berjuang untuk menunjukkan karirnya di mata ibunya. Ia merekrut banyak junior komunitasnya untuk mengerjakan desain logo. Perlahan ia menghentikan pekerjaan lamanya dan membuat planning baru untuk usahanya. Ia menembus koperasi desa untuk mempromosikan dagangan mereka ke dunia online. Di mulai dari membentuk logo, promosi secara online dan melakukan pengiriman produk mereka ke segala daerah. (“Perubahan Budaya si Pemalas” oleh Dewi Adikara)

Walau demikian, tetap harus ada satu pilihan naskah terbaik. Siapakah? Ini dia.

What is Independence Day? Why should we celebrate it? How do we celebrate it? Itulah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak saya. Apa itu hari kemerdekaan? Saya jawab, itu adalah hari di mana bangsa Indonesia merdeka dan bebas dari penjajahan oleh bangsa lain. Kenapa sih, kita harus memperingatinya? Agar kita tetap ingat jasa para pahlawan yang gugur dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Bagaimana cara kita merayakannya? Ya, bisa dengan cara menggunakan keahlian kita untuk membangun negeri kita tercinta. Meskipun masih tampak bingung, mereka manggut-manggut. (“Indonesia Tanah Airku” oleh Wawang Yulibrata)

Peraih naskah terbaik Cuap2 Negeri +62

Selamat ya, untuk Mbak Wawang Yulibrata, telah berhasil meraih piala untuk event satu ini. Yeay. Jangan lupa, masih dibuka pemesanan buku ini, ya.

Manajer Area Sumatera

Emmy Herlina

0Shares

Tinggalkan Balasan