Episode Milad Terindahku

Cerdas! Baru saja kuumumkan challenge spesial dalam rangka menyambut miladku. Tentu saja seperti challenge sebelumnya, ini juga diperuntukkan khusus kontributor area Sumatera. Kutambahkan lagi dalam syaratnya: berattitude baik.

Seperti miladku yang sudah-sudah, kali ini juga aku tak berharap banyak. Aku sudah menepis jauh-jauh harapanku. No surprise! Sebab seperti inilah aku menjalani hari-hari seperti biasa. Adapun orang lain di sekitarku mungkin terbiasa dengan dikejutkan kue ulang tahun, yang tak pernah sekalipun kudapatkan, aku sudah biasa. Meskipun aku sudah pernah berkontribusi sebelumnya untuk orang lain, tapi tidak berlaku sebaliknya. Begitu pikirku. Lama-lama aku sudah menganggapnya sebagai suatu hal yang wajar, bagiku yang seringkali tak terlihat di mata orang lain.

Aku sudah merencanakan sesuatu yang lain. Untuk apa menuntut orang lain merayakannya untukku. Aku sendirilah yang wajib menghargai keberadaanku di muka bumi.

Bagi beberapa orang merayakan ultah disebut bid’ah. Bagiku merayakannya adalah cara menunjukkan eksistensi di dunia. Suatu hal yang lama sekali kuraih baru-baru ini saja. Iya. Berpuluh tahun hidup tanpa mengetahui: untuk apa aku ada, membuatku tumbuh menjadi manusia yang rapuh, tidak mencintai diri, dan mudah dipermainkan orang lain.

Sekali lagi, aku tidak akan menuntut! Aku tahu perlakuan orang lain adalah sama dari tahun ke tahun. Maka, biar aku saja yang mengubah aktivitasku. Aku akan membeli kue ulang tahunku sendiri, juga menghadiahkan kado untukku sendiri. Ya, aku punya hak untuk itu! Pathetic? Tidak juga menurutku.

Kalau dulu aku pernah berkeliling membagikan makanan ke teman-teman dari seluruh ruangan yang pernah jadi tempat kerjaku, kalau itu memang pathetic. Suami pernah keheranan melihat kelakuanku. “Kamu yang ultah, kenapa kamu yang repot?” Ha-ha-ha. Kebodohan itu tak akan kuulangi lagi.

Lalu, hari yang kutunggu itu akhirnya tiba. Tanpa mengharapkan apapun, aku berangkat menuju tempat kerja. Meski ini hari Minggu, aku tetap bekerja. Banyak pemberitahuan muncul di beberapa grup whatsapp. Masih ada beberapa orang yang mengingat miladku. Ada teman dari grup kepenulisan, ada juga teman seangkatan kuliah dulu, lanjut teman alumni SD pun mengucapkan.

Dari keluarga? Jangan terlalu diharapkan. Merayakan ultah bukan tradisi di keluargaku. Dan bagaimana mungkin aku mengharapkan keluarga lain yang biasa merayakan ultah akan ikut merayakan untukku? Memangnya aku siapa? Oke, kalimat barusan memang mengandung sindiran. Ha-ha-ha.

Waktu berlalu, tiba-tiba mendekati jam pulang.

“Wah, ada yang ulang tahun ya, hari ini?” kata seorang teman sambil memandangku. Aku hanya menjawab dengan senyuman. Tak lama, satu per satu teman menyalamiku. Tentu saja kusambut baik. Alhamdulillah. Seperti ini saja aku sudah bahagia. Kuucapkan terima kasih pada mereka.

Ketika sedang duduk bersantai, satu kejutan yang tidak kusangka-sangka tiba.
“Selamat ulang tahun … selamat ulang tahun ….”

Teman-teman mendatangiku sambil membawakan kue ulang tahun. Is that real? Aku kehilangan kata-kata dan tak yakin harus menunjukkan reaksi apa. Kutiup lilin dan berterimakasih pada teman-teman. Masya Allah, di usia ke-37 baru kali ini kumendapatkan surprise yang tak pernah kudapatkan sebelumnya. Thanks, all. Aku terharu.

Kue ulang tahunku yang ke-37

Baiklah. Akhirnya aku bisa mengatakan pada suamiku, “teman-teman memberiku kue ulang tahun.” Berbeda dengan suamiku yang pasti mendapatkan kejutan itu setiap tahun. Padahal dia bukan seorang yang peduli pada hal-hal seperti itu.

Anyway, kejutan yang diberikan teman-teman di dunia maya juga menyenangkan. Dalam rangka mengikuti challenge dariku, mereka pun berkreasi. Luar biasa. Aku menikmatinya.

Satu kejutan lagi yang tak kusangka sebelumnya adalah, aku kembali meraih naskah terbaik dalam event “Seni Menyikapi Ketelanjuran”. Kudapatkan pemberitahuan itu dari Pak Ilham, direktur Nubar-Rumah Media, sehari sebelum miladku.

“Wah, kok pas banget ya, Pak. Event ‘Ketelanjuran’ kan event spesial miladku tahun lalu,” jelasku dalam pesan whatsapp.
“Saya baru tahu,” jawab Pak Ilham singkat.

WhatsApp dengan Pak Ilham Alfafa

Menurutnya tulisanku dalam buku itu sangat informatif. Makanya aku dipilih beliau. Alhamdulillah.
Event ini kutandai dengan nomor 25, sesuai dengan tanggal ultah suami. Tadinya aku ingin memberinya nomor sesuai dengan tanggal ultahku, yaitu 21. Namun, event ke-21 gilirannya event dari Mbak Dewi, salah seorang PJ-ku. Judulnya: “Berdamai dengan Masalah”. Aku dan Pak Ilham juga ikut menulis di dalamnya.
Kau tahu apa yang menarik? Di event tersebut aku juga yang menjadi naskah terbaik. Masya Allah.

Finally, kudapatkan milad terindahku hari ini, right? Kupikir kembali, yang mana yang menjadi hadiah terindahku hari ini? Karena mendapatkan naskah terbaik? Atau karena mendapatkan surprise? Hmm ….

Jauh di dalam hati, tak kusangka aku bisa bersikap lebih tenang. Kumulai hari tanpa berharap apapun dan ketika kebahagiaan itu datang, voila, aku senang, tapi tidak berlebihan. Bangga, juga begitu bersyukur. Memasuki hari selanjutnya, kujalani aktivitas seperti biasa. Tidak pula merasa menyesal karena hari yang sudah terlewat. Bagus sekali. Aku menarik napas lega saat menyadari hal ini.

Hadiah terindah sesungguhnya ada di dalam diri. Milad terindah itu ketika kamu benar-benar bisa mencintai diri. Cinta yang tak menjadikanku buta dan merasa diri lebih. Cinta yang menyadari bahwa diri pun punya kekurangan dan itu sangat manusiawi. Mencintai diri yang memang pantas dicintai sesuai kadar dan tidak berlebihan. Tidak menggantungkan kebahagiaan pada orang di sekitarku. Tidak pula menolak untuk dibahagiakan orang lain.

Hadiah terindah sejatinya itu menjadi seorang Emmy Herlina yang bahagia dengan sempurna meski di atas ketidaksempurnaan.

0Shares

7 comments

  1. Happy milad Mbak. Hadiah kuenya dari teman-teman bikin haru.
    Jadi keideaan mau menghadiahi diri sendiri juga…

  2. Barokallahufii umrik mba Emmy. Akhirnya ngerasain juga dikasih surprise ya mba… Seneng banget donk pasti. Btw selamat juga ya atas naskah terbaiknya. Mba Emmy emang juara!

  3. Wahhh ada yg ultah nih.. senangnyaaaa. Semoga sukses, sehat selalu dan makin bermanfaat di sisa usia nanti ya mba … selamat juga karya-karyanya makin moncer! Keep writing!!

Tinggalkan Balasan