Berdoa

Doa Untuk USTAZ oleh Nopiranti

Doa Untuk Ustaz

(Nopiranti)

Ada cover nasyid bagus lho di channel Nubar Pro. Dinyanyikan oleh kang Aan NH yang suaranya halus merdu. Diiringi petikan gitar sang founder Rumedia, Pak Ilham Alfafa. Lagu yang dibawakan duo keren ini judulnya Hidayah Ilahi dari grup The Fikr, grup nasyid asal kota kembang, Bandung.

Kalau penasaran bagaimana mantapnya cover nasyid itu, cus klik aja link Nubar Pro-nya langsung ya.

Saat asyik menyimak lirik demi lirik nasyid Hidayah Ilahi, tetiba pikiran saya melayang pada suatu masa. Waktu saya kuliah di UPI Bandung, 21 tahun yang lalu.

Duh, betapa waktu begitu cepat berlalu ya. Rasanya baru kemarin mengalami OSPEK yang penuh kenangan. Ditemani Mamah yang rela menunggui dan membantu putri bungsunya seminggu penuh selama masa perkenalan kampus itu berlangsung.

Sebagai bungsu dari 2 bersaudara, saya anak Mamah banget. Yang tidak pernah bisa jauh dari Mamah. Yang apa-apa selalu minta tolong Mamah. Makanya saat saya meminta izin kuliah di Bandung, jauh dari tempat tinggal di Sukabumi, kedua orang tua masih belum percaya mungkin apakah anak manja mereka mampu bertahan dengan baik di perantauan.

Beruntungnya saya. Ada doa Mamah dan Bapak yang saya yakin senantiasa melangit riuh memohon penjagaan terbaik untuk putri mereka. Ada juga pertolongan Allah yang memudahkan saya mendapatkan tempat kos dan teman-teman satu rumah yang super baik.

Begitupun di kampus. Suatu anugerah bisa memiliki teman satu kelas yang kompak, kakak dan adik tingkat yang banyak menginspirasi dan memotivasi, serta rekan-rekan dari jurusan lain yang selalu ramah dan membantu.

Ada dua hal lagi yang begitu besar jasanya dalam menjaga diri saya selama menuntut ilmu jauh dari pengawasan orang tua. Yang pertama yaitu mendapat penerimaan hangat dari para sahabat dalam lingkaran kajian ilmu agama yang rutin diadakan setiap pekan. Hatur nuhun pisan ya Teteh-teteh dan teman-teman semua atas bimbingan dan persahabatannya yang sampai hari ini masih terjalin baik. Semoga berkah dan rida Allah tercurah dalam setiap gerak langkah akhwat semua.

Yang kedua yaitu kehadiran Ustaz yang setia memberikan taujihnya lewat siaran radio MQ FM yang hampir setiap waktu luang saya dengarkan. Beliau adalah Aa Gym, ulama kharismatik pemimpin pondok pesantren Daarut Tauhid yang letaknya bertetangga dengan kampus UPI.

Setiap subuh saya dengarkan kultum beliau. Materi keseharian yang disampaikan dengan gaya santai, penuh humor, tapi tepat mengena menyentuh hati. Salah satu yang paling membekas dalam benak adalah ajakan beliau untuk melakukan perubahan menuju kebaikan dengan rumus 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil dulu, Mulai dari sekarang juga).

Meski hanya sekadar mendengarkan taujih Aa Gym lewat radio dan sesekali datang langsung ke pesantrennya untuk menyimak langsung taujihnya, tapi saya merasa begitu dekat dengan sosok ramah yang selalu menebarkan senyum hangatnya itu. Maka, saat tadi mendengar berita kalau beliau positif terpapar virus Corona, saya merasa sangat sedih.

Meskipun dalam tayangan berita di TV Aa Gym terlihat masih bugar dan tetap menebarkan kata-kata bijak yang menyejukkan, tapi saya tidak tahu sesakit apa derita yang tengah beliau rasakan pada raganya.

Hanya doa terbaik terlantun untuk kesembuhan Aa Gym. Ya Allah, sembuhkan dan sehatkan kembali beliau. Begitupun dengan anggota keluarga dan santri beliau yang terkonfirmasi positif terpapar juga.

Harapan yang sama juga saya mohonkan dengan tulus untuk semua saudara di mana pun berada yang saat ini tengah diuji sakit. Semoga Allah menjadikan setiap deraan nyeri sebagai penggugur segala dosa. Aamiin.

Selain taujih Aa Gym, yang juga selalu mampu menguatkan mental saya selama jauh dari Mamah dan Bapak adalah lantunan lagu dari berbagai grup nasyid. Dari mulai nasyid syahdu yang mengingatkan akan kematian dan bakti pada orangtua. Nasyid semangat yang menyalakan gairah jihad dan fastabiqul khoirot . Ada juga nasyid manis mendayu penuh nuansa cinta dan romantisme. Sejuk rasanya mendengarkan lagu-lagu itu diputar berulang-ulang mengikuti permintaan pendengar radio.

Lima tahun kuliah dan harus berjauhan dengan keluarga bukan waktu sebentar untuk bisa bertahan dengan baik menghadapi tekanan dan segala macam godaan hidup. Bagi para orang tua, memberi bekal uang dan perlengkapan duniawi yang memadai untuk kenyaman hidup putra putri selama merantau rasanya tidaklah cukup.

Lebih dari itu, mereka wajib dibekali doa, kepercayaan, serta pemahaman ilmu agama yang baik. Orang tua juga harus menjalin komunikasi intensif dan memiliki informasi akurat tentang teman dan lingkungan tempat anak biasa bergaul. Hal ini diperlukan agar buah hati tidak terjerumus pada pergaulan yang menyesatkan. Juga supaya hati mereka tetap terikat, patuh, dan merasa takut untuk berbuat dosa.

Masyaallah, terima kasih banyak Pak Ilham Alfafa dan Kang Aan NH atas cover nasyidnya yang keren. Tontonan yang memberi pencerahan, menginspirasi, dan memotivasi diri untuk terus berjuang memperbaiki hidup. Barakallah.

Sukses selalu untuk channel Nubar Pro. Semoga Allah selalu memudahkan langkah semuanya dalam menebarkan kebaikan dan mengajak sebanyak mungkin orang ikut berbuat baik.

Rabu, 30 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan