Dil Hai Tumhaaara oleh Hikmah Devia

Dil Hai Tumhaaara

Pelan-pelan dorong pintu. Menolehlah ke kiri. Di jendela itu, kadang kepala mereka terlihat. Ada yang menyapa di balik jendela, apa masih? Tengok agak ke atas ventilasi yang tertutup figura karya anak-anak. Ada lafadz Allah di sana. Beberapa kalimat motivasi. Apa mereka masih di sana?

Di jendela paling belakang kalau hari cerah, cahaya matahari berhasil menyelinap masuk. Ini juga masih, kan? Masih ada meja panjang yang menempel di dinding? Konon karena dulu, ia ruang makan. Angkat dagu sedikit. Mungkin ini bagian yang kurang disukai. Dindingnya tak sempurna.

Sampaikan salamku untuk jendela-jendela kusam di sana.
Bilang pelan-pelan, “Dil hai tumhaaara,” jangan sampai terdengar tetangga sebelah. 🤫

Dulu itu ruang paling nyaman dari semua ruang. Anak-anak masuk tanpa direncanakan. Iseng bertamu, sekalian lewat ke asrama.

Dulu ada anak yang selalu bilang, “istirahat, Bu. Jangan kerja terus sudah malam.”
😄 “Iya. cuma ada perlu sebentar, anakku.”

Cukup dulu kunjungannya, kalau diterusin nanti dikira mau konseling. 🙏

nulisbareng/HikmahDevia

0Shares

Tinggalkan Balasan