Cinta Tak Salah

CINTA TAK SALAH PART 9 oleh Putri Zaza

CINTA TAK SALAH PART 9

Sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/cinta-tak-salah-part-8-oleh-putri-zaza/

“Loh, kamu, kok, di sini?” tanya Ziva.

“Iya, ini ada tugas yang belum aku kerjain karena bingung, tadinya mau jemput Kamu. Tapi, Kami bilang udah pulang.”

“Oh, gitu, ya, udah, masuk sini.”

“Kamu dari mana?” tanya Ihsan lagi.

“Dari rumah temen, dia minta dianterin beli  baju,” jawab Ziva bohong.

***

[Happy anniversary, Sayang, semoga hal-hal selalu bersama kita semoga bisa terus bareng-bareng, ya. Love U] Ihsan mengirim ucapan ini di sela percakapan mereka. Tampaknya Ziva tak sadar jika jam sudah menunjukan pukul 00.00.

[Happy anniversary juga, ya, Sayang, semoga langgeng sampe pelaminan. Aamiin].

Setahun sudah mereka berpacaran. Ziva dan Ihsan pun mulai saling mengenal baik buruk dari masing-masing mereka.

***

Seusai perkuliahan, Ziva dan Ihsan menuju perpustakaan karena mendapat tugas yang harus dikumpulkan hari ini juga. Perpustakaan terlihat tidak begitu ramai mereka menaruh tas di loker dan mengambil laptop serta buku catatan.

Ziva yang ingin segera menyelesaikan tugasnya bergegas mencari buku yang dibutuhkan. Tubuh mungilnya menghilang  di balik rak-rak buku yang tinggi. Dengan serius, ia mencari buku referensi untuk tugasnya.

“Ih… apaan, sih!” Nyaris saja Ziva berteriak karena terkejut. Ihsan tiba-tiba mencium pipinya.

“Dikit doang, kok, hehe,” ucap Ihsan dan langsung kembali ke tempat duduknya. Ziva hanya bisa membuang napas dengan kesal.

Setelah menemukan buku yang dibutuhkan Ziva buru-buru kembali dan membaca perintah yang diberikan dosen kepadanya

“Yang, besok ke Dufan, yuk!” bisik Ihsan pelan.

“Besok? Kan, kuliah.”

“Bolos sehari, ajah, yuk! Mumpung ada promo, nih.”

Ziva yang sibuk dengan laptopnya mengarahkan wajahnya di sumber suara. “Oke!” Sambil tersenyum.

***

Kurang lebih satu jam perjalanan yang mereka tempuh akhirnya mereka sampai di stasiun Jakarta Kota.

“Aku, ke toilet dulu, ya,” ujar Ihsan dan memberikan tas serta handphone yang sedari tadi ia genggam kepada Ziva.

Drrrt… Drrrt….

Handphone Ihsan bergetar karena Ziva mengetahui sandinya langsung saja dibuka.

[Nanti malam, ke rumah lagi, ya!]

‘Siapa ini, kok, enggak ada namanya sama enggak ada chat sebelumnya,’ batin Ziva penasaran.

Bersambung…

Cibitung, 21 Juni 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan