Cinta tak Salah

CINTA TAK SALAH PART 8 oleh Putri Zaza

CINTA TAK SALAH PART 8

Sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/cinta-tak-salah-part-7-oleh-putri-zaza/

Ziva menatap mata Rama dan mendekatkan kepalanya ke arah Rama mendekatkan bibirnya tepat di samping telinganya. “Jangan macem-macem!” dengan nada mengancam dan menarik tangannya.

Rama hanya menyengir seperti muda. “Masih galak ternyata,” bisik Rama bergantian.

Ziva kembali mengarahkan wajah ke depan dan mengembalikan fokusnya. Namun, sepertinya ia mulai tak bisa fokus akibat ulah Rama. Beruntung sound di bioskop sangat kencang jadi ia bisa menyembunyikan debar jantungnya yang kencang.

Kata orang, cinta pertama memiliki ruang tersendiri di hati, ‘mungkin benar, ayolah berhenti berdebar,’ batin Ziva. Ia masih berusaha mengatur debarannya yang belum juga mereda. Filmpun usai diputar Rama melihat jamnya sejenak menunjukan pukul 16.30 WIB.

“Mau langsung pulang?” tanya Rama. Ziva hanya mengangguk.

“Ini keluarnya lewat mana?” ujar Rama bingung.

“Entahlah, aku juga enggak hapal ikutin tanda exit ajah.”

“Haduh, okelah.”

Setiap tanda exit ia telusuri hingga sampai di parkiran mobil. Padahal Rama membawa motor.

(Kamu di mana?) pesan dari Ihsan.

(Aku udah pulang, enggak usah dijemput, ya) jawab Ziva bohong. ‘Maaf ya, aku bohong’.

Sesampainya di parkiran motor setelah bermenit-menit mencari jalan. Rama mengeluarkan motor dan mengarahkan ke pintu keluar.

***

Sepanjang perjalanan hujan deras. ‘Rasanya kualat karena bohong,’ batin Ziva.

“Hujannya makin deras, kayaknya aku enggak bisa anter sampai rumah, Zi. Udah sore juga takut kemaleman.”

“Iya, sampe di pertigaan itu ajah, Ram,” ujar Ziva menunjuk pertigaan di depan. Ziva melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum.

‘Tahu gini mending aku minta jemput ajah di kampus’. Ketika sampai di rumah dengan berjalan kaki ketika hendak membuka pagar.

“Zi!” Ihsan yang baru sampai depan rumah memanggil dan mengagetkan Ziva dan reflek menoleh.

“Dari mana? Baru pulang?”

Bersambung…

Cibitung, 14 Juni 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan