Cinta tak Salah

CINTA TAK SALAH PART 7 oleh Putri Zaza

CINTA TAK SALAH PART 7

Part sebelumnya https://parapecintaliterasi.com/cinta-tak-salah-part-6-oleh-putri-zaza/

Sepanjang perjalanan Ziva hanya memandangi punggung laki-laki yang menjadi cinta pertamanya. Wangi parfum dan gaya bicaranya yang sesuka hati membuat kenangan masa lalu terputar kembali. Ya, inilah Rama laki-laki yang pernah tanpa sebab meninggalkan Ziva.

“Hari ini pokoknya kamu temani aku makan sama nonton, ya,” ucap Rama setelah memarkir motor. “Ini karcis parkirnya kamu yang pegang, hari ini kamu jadi asisten pribadiku, oke!” lanjutnya.

Ziva hanya memperhatikan dengan wajah yang heran dengan alis yang mulai bersatu. Ziva berjalan mengekor pada  Rama yang sedang mencari restoran untuk makan siang.

“Kamu mau makan apa? Oh, ini ajah kamu suka, kan, sea food?”

“Iya,” jawab Ziva singkat.

Persis sekali seperti bos yang membawa asistennya untuk makan siang. Akhirnya mereka menemukan tempat duduk yang tidak terlalu ramai karena sepertinya Rama ingin membicarakan sesuatu.

“Kamu, mau makan apa?” Sambil membolak-balik menu yang diberikan pramusaji.

“Samain ajah,” ucap Ziva mulai kesal dengan tingkah Rama.

“Oke, Bos!”

“Aku ke toilet dulu, ya.” Zivapun keluar restoran dan mencari toilet terdekat.

***

“Kamu emang udah putus sama Sasa?”

“Belum, kenapa? Kita lagi nyusun rencana untuk menikah.”

“Mmm … Selamat, deh, kalau gitu semoga lancar. Terus kita mau ngomongin apa?”

“Ngomongin bisnis. Aku lihat kamu juga lagi suka jualan online, ya?”

Obrolan seputar bisnis membuat mood Ziva naik dan mulai normal. Rama yang berbisnis jam branded memberi saran marketing kepada Ziva yang masih pemula.

“Ngomong-ngomong soal jam. Jam yang aku kasih masih ada?” Sambil menyuap sesendok nasi goreng sea food.

“Masih, dong, aku simpen. Masa dibuang, kan, dari kamu,” ujarnya tersenyum.

Sekilas Ziva jadi ingat ketika membelikan jam tangan dengan duit jajan-jajan yang ia kumpulkan selama satu bulan. ‘Baguslah kalau masih disimpan. Susah payah aku dapatin jam itu.’ Bagaimana tidak susah, sepulang sekolah dalam keadaan hujan dia terjang untuk pergi ke toko jam yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya beruntung ada teman sekolahnya yang bersedia menemani.

“Oh ya, gimana hubunganmu sama pacar barumu? Dia tahu enggak kalau kamu lagi jalan sama aku?”

“Dia lagi tes kesehatan buat seleksi polisi, jadi hari ini enggak masuk. Jadi, enggak tahu.”

“Oh, Abis ini kita langsung nonton ajah, ya.”

“Oke.”

***

Selama menonton film Ziva fokus ke layar karena film yang ia pilih adalah film horor yang dia tunggu-tunggu sejak lama. Tiba-tiba Rama menggenggam tangan Ziva yang secara otomatis membuat perhatian Ziva teralih dan menatap heran ke arah Rama.

Bersambung …

Cibitung, 7 Juni 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan