Pergi

CINTA TAK SALAH PART 16 (Putri Zaza)

CINTA TAK SALAH PART 16

Sebelumnya di CINTA TAK SALAH PART 15 (Putri Zaza)

“Maaf, aku enggak bisa terima.” Dengan suara yang terisak. Ihsan hanya bisa pasrah menerima penolakan dari perempuan yang ia cinta.

Esoknya Ziva memutuskan untuk tak lagi bertemu dan berhubungan lagi dengan Ihsan dengan maksud untuk mempermudah move on dirinya dan laki-laki berkaca mata ini. Ada salah satu teman kelas yang memang sedang dekat dengannya, hanya sebatas teman sharing dan cerita. Dua bulan setelah kedekatan mereka, Maulana merasa ingin lebih dari sekadar teman.

“Kamu sama Ihsan beneran udah putus?” tanyanya memastikan.
Ziva pun menjawab secara detail. Sepertinya perempuan berwajah oval ini menyadari maksud dari pertanyaan teman kelasnya.

Menurut Ziva jatuh cinta itu mudah, tapi mempercayakan seseorang untuk cintanya itu yang sulit. Ia hanya menganggap Maulana sebatas teman, tapi ia berpikir mungkin jika ia berpacaran dengan orang lain Ihsan akan menyerah. Pasalnya walau ditolak Ihsan selalu berusaha untuk mendekat dan menghubungi Ziva dengan cara yang ia gunakan ketika Ziva marah saat mereka berpacaran dulu.

“Aku enggak bisa tanpa kamu, kalau aku jalan dengan perempuan lain. Di pikiranku hanya ada kamu. Zi!”

“Mungkin, sekarang kamu belum terbiasa nanti, pada saatnya pasti bisa.”

***

Ziva memutuskan untuk menerima perasaan Maulana. Ia berharap lukanya akan lekas sembuh dan Ihsan akan menghindar, tapi sayang Ihsan masih gencar tak pantang menyerah. Terkadang dirinya mengompori Ziva karena Maulana tak ada waktu untuknya.

Apalagi saat reuni kelas diadakan Ziva terpaksa absen karena Maulana sibuk dengan pekerjaannya. Sebenarnya bukan karena Maulana lebih tepatnya, karena sahabat-sahabat dekatnya pun tidak ikut dalam reuni yang diadakan.

Tiga minggu usia hubungan mereka, Ziva telah menunjukan rasa tak nyaman bersama Maulana, ia terlalu menuntut dan ingin Ziva lebih perhatian kepadanya.

Aku seperti mengulangi kesalahan yang sama saat bersama Hendra, mereka dua orang yang beda namun punya sifat yang sama’.

Maulana pun menangkap rasa tak nyaman Ziva. “Kayaknya kita memang pantasnya hanya berteman,” ujarnya sambil menatap mata kekasihnya.

 Cukup hanya sebulan, Ziva pun menyetuju keinginan laki-laki berkulit putih ini dan sependapat dengannya. Kembalilah mereka berteman tanpa rasa canggung.

***

[Zi, kayaknya Ihsan sedang dekat dengan Fia] Pesan singkat yang dikirim oleh Nana sahabat dekatnya dan berhasil membuatnya terperangah.

Bersambung…

Cibitung, 9 Agustus 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan