Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah Part 11 oleh Putri Zaza

Cinta Tak Salah Part 11

Sebelumnya di CINTA TAK SALAH PART 10 oleh Putri Zaza

“Tapi, aku pengennya sama kamu terus.” Diciumnya kening Ziva penuh kasih sayang.

Ziva dan Ihsan sibuk dengan laptopnya masing-masing ada tugas yang harus diselesaikan hari ini juga.

“Zi, ini gimana, sih? Kok, error mulu, enggak running.”

Ziva langsung mengambil alih laptop Ihsan dan mengotak-atik kode agar bisa running.

“Aku, ke kamar mandi dulu, ya,” ujar Ihsan

Ziva membuka browser untuk membuka youtube. Belum sempat ia mengetikkan lagu favoritnya ada notif FB memberitahu bahwa Ihsan memiliki pesan. Dengan satu klik pesan tersebut terbuka.

[Ketemuan di mana?]

Seketika dahinya mengerut, mata terbelalak melihat pesan tersebut pasalnya pesan tersebut datang dari seorang perempuan yang tidak ia kenal. Diceknya satu per  satu pesan dengan cepet, ia buka pesan yang lain ternyata ada sekitar tiga perempuan dengan bentuk chat yang sama.

Hatinya perih, rasa sakit atas pengkhianatan yang dilakukan Ihsan membuat Ziva harus menahan air matanya. Ketika Ziva melihat Ihsan masuk ke dalam perpustakaan secepat kilat ia keluarkan tab facebook Ihsan. Pura-pura tidak tahu. Ia tarik napas dan perlahan dihembuskan.

“Gimana? Berhasil running?”

Ziva yang telah duduk menghadap laptopnya hanya mengangguk.

***

[Hai, boleh kenalan?] Ihsan menyapa orang yang mengirimi permintaan pertemanan di facebook.

[Boleh, dong, namaku Santi. Salam kenal, ya]

[Namaku Ihsan, kamu tinggal di mana?]

[Di Jakarta, Mas]

[Wah, deket, dong. Boleh minta nomernya biar lebih akrab, hehe]

[Boleh kok, 08983xxxxxx]

Ihsan pun terus melancarkan aksinya. Mulai dari meminta untuk kirim foto terbaru hingga video call. Namun, selalu ditolak Santi. Tapi, ketika Ihsan mengajak untuk ketemuan, Santi langsung mengiyakan.

Drrt…drrt…

Telpon masuk dengan kontak My Love.

“Assalamualaikum, ada apa, Yang?” salam Ihsan membuka pembicaraan.

“Waalaikum salam, besok anterin aku cari buku bisa, enggak?”

“Yah, Sayang maaf besok di rumah ada pengajian.”

“Okelah.”

Setelah telpon terputus. Ihsan melanjutkan rencana ketemuan bersama Santi.

[Jam 15.00 aku tunggu di tempat, ya} Santi membalas pesan.

***

Ihsan telah menunggu di Taman sekitar satu jam. Namun, Santi tak kunjung terlihat. Tiba- tiba ada yang menepuk punggung Ihsan dari belakang.

“Hai,” seorang perempuan menyapa. Nampaknya Ihsan tak bisa berkata-kata ketika melihatnya.

Perempuan itu duduk di samping dan memberikan tangan untuk berjabatan. “Aku Santi,” ucapnya.

Bersambung…

Cibitung, 5 Juli 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan