Cinta tak Salah

CINTA TAK SALAH PART 10 oleh Putri Zaza

CINTA TAK SALAH PART 10

Part sebelumnya CINTA TAK SALAH PART 9 oleh Putri Zaza

Seusainya Ihsan kembali dari kamar mandi mereka langsung keluar dari stasiun menuju tempat parkirnya angkutan umum alias ngetem.

“Tanjung Priok, Ancol,” teriak kenek angkutan umum mempromosikan jasanya.

Ziva dan Ihsan pun masuk dan duduk di bangku paling ujung.

“Tadi, ada pesan masuk, terus kebuka sama aku,” ucap Ziva. Ihsan pun segera mengecek handphone-nya.

“Itu siapa? Kok, enggak ada namanya?” lanjut Ziva.

“Temen lama, aku lupa save nomornya.”

“Oh, gitu.” Nampaknya Ziva tak puas dengan penjelasan dari Ihsan.

***

Mata Ziva berbinar melihat banyaknya aneka wahana di Dufan seolah berbicara ‘akan kubuang semua penat ini‘. Terlihat dari raut wajahnya yang seperti menghitung, ia sudah menyusun wahana yang akan ia naiki bersama kekasihnya.

“Yang, pada foto di situ, kita juga, yuk!” ajak Ziva menunjuk patung dengan tulisan ‘DUFAN’.

Seusainya mengabadikan foto mereka, Ziva menarik tangan Ihsan untuk naik Turangga-rangga lebih popular dengan komidi putar dilanjut dengan wahana lain.

“Salat dulu, yuk, istirahat,” ajak Ziva.

Mereka pun mencari masjid. Ihsan menggenggam tangan Ziva sambil memperhatikan papan petunjuk menuju masjid.

***

“Capek, enggak?” tanya Ihsan karena Ziva terlihat lelah.

“Kakiku sakit, hehe,” ucap Ziva. Ihsan pun memberikan pijatan lembut di betis kekasihnya.

“Abis ini mau naik apa?”

“Istana Boneka,” ujarnya semangat.

“Oke, deh, tuan putri. Yuk!” Ihsan mengulurkan tangannya. Ziva meraih.

Mereka berjalan sambil bercanda gurau, Ziva yang hobi bernyanyi dia menyanyikan lagu kesukaannya ‘Perahu Kertas’ milik Maudy Ayunda.

Ketika sampai di depan pintu antrian wahana Istana Boneka

“Wah, gila antriannya, Yang,” ucap Ihsan takjub dan mulai ogah untuk masuk.

“Udah, ayo, kita antri. Pasti sampe di tujuan, kok. Haha,” ujar Ziva menarik untuk masuk ke dalam antrian.

Satu jam mengantri akhirnya giliran mereka yang menaiki perahu yang disediakan. Mereka duduk paling belakang. Di depan ada empat orang yang mereka tidak kenal. Saat perahu mulai masuk ruang yang gelap ZIva mulai menyenderkan kepala di bahu Ihsan. Ihsan menyambut dengan elusan lembut kepala Ziva.

Sepanjang perjalanan menikmati wahana Istana boneka mereka berdua hanya diam menikmati pemandangan yang disuguhkan. Tapi, di tengah perjalanan ziva bertanya.

“Kalau, misalnya nanti ternyata kita enggak jodoh, gimana? Aku nikah sama orang lain, kami juga?” tanyanya dan menatap mata Ihsan. Ihsan mengerutkan dahinya karena bingung. Kenapa tiba-tiba Ziva membahas tentang ini.

Bersambung…

CIbitung, 28 Juni 2020

Nulisbareng/putri zaza

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan