Cerita Antologi CERPENKU oleh Nopiranti

Cerita Antologi Cerpenku

(Nopiranti)

Buku antologi pertama saya diterbitkan oleh Deejay Training Centre (DTC). Dengan penanggungjawab (Pj) program Ibu Tri Wulaning Purnami, seorang guru penggiat literasi dari Surabaya, Jawa Timur. Di buku Misteri Hantu di Persimpangan saya titip satu cerpen saja yang berjudul “Bayangan Hitam”.

Cerpen ini sangat berkesan. Sudah lama judul dan ide ceritanya mengendap di benak. Namun qadarullah , baru bisa dieksekusi menjadi cerpen yang utuh ya berkat ikut program nulis bareng yang diadakan DTC. Alhamdulillah .

Antologi kedua, saya ikut program nulis bareng yang diselenggarakan oleh Rumah Media Grup (Rumedia) yang ternyata masih bersaudara dengan DTC. Tema Cerita Si Gadis menggelitik saya untuk ikut mengirimkan naskah. Cerpen yang berjudul “Inong dan Indung” yang saya titip di antologi ini juga istimewa.

Dari cerpen inilah saya dapat ilmu berharga yang diberikan oleh Manajer Area (MA) Mbak Emmy Herlina dan Pj Mbak Dewi Adikara. Keduanya membuka wawasan saya tentang teknik menulis showing (menunjukkan) bukan telling (memaparkan).

Yang kepo apa maksud dari dua istilah yang ditulis miring ini, mangga berselancar saja di belantara dunia maya ya. Kalian pasti akan menemukan info-info keren yang bisa membantu menghidupkan imajinasimu saat menulis.

Pada antologi ketiga, saya ikut kembali program nulis bareng bersama Rumedia. MA-nya masih Mbak Emmy Herlina. Sementara Pj-nya Mbak Ade Tauhid.

Inilah antologi teristimewa. Ceritanya saya tuh paling suka memulai proses menulis puisi atau cerpen dari menentukan judul dulu. Bertahun-tahun yang lalu saya berangan menulis sebuah novel dengan judul “Pelangi Tiga Gerimis”. Sudah terbayang akan seperti apa alurnya, tokohnya, konflik dan penyelesaiannya.

Namun karena keterbatasan ilmu menulis, sumber referensi yang sangat kurang, dan semangat menulis yang angin-anginan, naskah yang baru terkumpul sebanyak 20 halaman itu terbengkalai. Saya tinggalkan begitu saja teronggok berdebu di rak buku.

Bertahun kemudian saat saya melihat pengumuman program nulis bareng bersama Rumedia dengan tema Tak Selamanya Kambing Hitam Itu Hitam, bola lampu berpijar di benak saya. Tiba-tiba saya teringat lagi naskah yang mangkrak itu. Rasanya temanya kok cocok dengan tema nubar. Semangat pun menyala lagi. Saya bongkar lagi file naskah itu. Dibaca ulang bolak-balik. Lalu saya putuskan untuk merombaknya.

Setelah edit sana edit sini, jadilah naskah akhir sepanjang 5 lembar A4. Naskah yang saya sendiri suka sekali membacanya. Naskah yang selalu membuat saya tersenyum bahagia karena merasa bangga dan berterima kasih pada diri sendiri.

Rasa malas dan perasaan pesimis itu telah berhasil saya taklukkan. Dari tulisan yang tadinya terasa tak mungkin bisa diselesaikan, menjadi naskah yang rapi utuh sempurna. Setidaknya menurut perasaan saya. Perasaan penulis yang merasa bangga pada hasil karyanya.

Nopiranti dan karyanya

Inilah pelajaran berharga yang saya dapat dari program nulis bareng ketiga saya. Belajar fokus, mencoba lebih gigih lagi, hadirkan rasa bahagia dan penghargaan terhadap sekecil apapun pencapaian diri. Kalau kita sebagai penulis saja tidak yakin, tidak gembira, dan tidak bangga dengan karya sendiri, lantas bagaimana kita akan meyakinkan pembaca untuk senang dan menghargai karya kita?

Untuk teman-teman semua yang belum berminat menulis, atau sudah ada minat tapi masih bingung harus langkah apa dulu yang ditempuh, coba deh kenalan dengan Nubar/Nulis Bareng Deejay Training Centre dan Rumah Media Grup (Rumedia). Siapa tahu dengan perkenalan ini akan membawa kebaikan untuk teman-teman. Membantu menumbuhkan minat menulis dan mengarahkan langkah teman-teman untuk mewujudkan impian menjadi penulis.

Tak ada salahnya dicoba kan? Tak kenal maka tak sayang. Tak tahu maka cari tahu yuk. Tinggal klik saja link berikut ini. Semoga semuanya terinspirasi dan termotivasi. Terima kasih.

Nubar-Nulis Bareng Rumedia

Rabu, 25 November 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan