Sumber: sains.kompas

Bukan Sekadar Writing for Healing (Empat Naskah Terbaik)

Writing For Healing (WFH) merupakan sebuah terapi menulis luka batin. Luka batin adalah semacam trauma atau luka yang tidak terlihat, tidak berdarah, yang hanya bisa dirasakan oleh batin, amat sangat menyakitkan, dan pernah terjadi dari suatu peristiwa tidak menyenangkan di masa lalu.

Bersama 46 KONTRIBUTOR HEBAT dan terkumpul 76 naskah yang luar biasa yang mengisahkan beragam pemicu, penyebab, dan akar luka batin yang dibukukan dalam empat serial antologi Writing For Healing, yakni; “Ada Maaf untukmu, Ayah”, “Ada Maaf untukmu, Ibu”, “Ada Maaf untukmu, Keluargaku” dan “Ada Maaf untukmu, Orang di Sekitarku.” Semoga semua kisah inspiratif dalam buku antologi WFH ini bisa menginspirasi banyak jiwa untuk berani menulis luka batinnya hingga dapat membaik kondisi jiwanya. Namun jika butuh pertolongan medis, berjuanglah menemui ahlinya (psikiater). Selamat membaca!

***

Bagiku event inilah yang paling menguras air mata. Betapa tidak, cerita yang semuanya based on true story itu ditulis dari kejujuran hati. Berbagai emosi tercampur ketika mengetikkannya hingga menjadi sebuah naskah utuh. Semua cerita mempunyai khasnya masing-masing. Namun, harus ada satu terbaik yang dipilih sebagai ketentuan semua event Nubar, dari masing-masing judul. Jadi, siapakah mereka terbaik itu?

Pertama, dari event ke-48: Ada Maaf Untukmu Ayah.

Tanya kepadaku, siapa yang paling kutakuti hingga menambah perasaan insecure itu? Maka, akan kujawab tanpa ragu. Bukan guru yang galak, orang yang berniat jahat atau binatang buas apalagi hanya sekadar hantu yang menyeramkan seperti dalam tayangan televisi. Sosok yang paling kutakuti adalah Papa. (Dear Papa, Aku Anak Kebanggaanmu oleh Ainag Inairah)

Peraih Naskah Terbaik WFH jilid 1

Kedua, dari event ke-49: Ada Maaf Untukmu Ibu.

Tidak ada kenangan indah masa kecil yang bisa kuingat tentang ibu. Gambaran seorang ibu bak malaikat tak bersayap yang dibicarakan kebanyakan orang terasa sangat asing. Tak seindah barisan puisi. Tidak seperti sosok wanita mulia yang lembut dan penuh kasih sayang sepanjang masa. (Titik Terlemah oleh Amalia Nadhilah)

Peraih Naskah Terbaik WFH jilid 2

Ketiga, dari event ke-50: Ada Maaf Untukmu, Keluarga.

Krek … krek … krek … krek ….
Terdengar suara pegangan pintu rumah seperti diputar-putar. Sengaja aku diamkan saja, toh kalau niat bertamu harusnya dia mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Tak lama terdengar suara pintu pagar dibanting. Aku hanya bisa menarik napas panjang. Selalu seperti itu, setiap hari, bertahun-tahun, tak pernah berubah.
(Rasa yang Hilang oleh Ria Fauzie)

Peraih Naskah Terbaik WFH jilid 3

Keempat, dari event ke-51: Ada Maaf Untukmu, Orang di Sekitarku.

Saat itu, aku benar-benar melihat sendiri bagaimana tetangga sebelah rumah menuangkan ember besar dari atas rumahnya ke rumah orang tuaku. Entah apa maksudnya berbuat demikian. Hal yang tidak patut dilakukan dalam adab bertetangga. (Tabiat Tetangga oleh Dew Khatulistiwa)

Peraih Naskah Terbaik WFH Jilid 4

Selamat ya, untuk keempat pemenang naskah terbaik yang luar biasa. Semoga menjadi pemacu semangat literasi untuk kalian. Untuk yang belum terpilih jangan berkecil hati. Sejatinya pemenang adalah dia yang berhasil menaklukkan diri. Selamat untuk semuanya yang berhasil menorehkan tulisan hingga terbit diabadikan menjadi buku. Juara adalah kita semua!

Manajer Area Sumatera
Emmy Herlina

0Shares

3 comments

Tinggalkan Balasan