Bersyukurlah oleh Nopiranti

Bersyukurlah

(Nopiranti)

Hari Jumat lalu saya menyimak drama Preman Pensiun di stasiun TV RCTI. Ada adegan menarik yang memberi pencerahan. Saat Kang Mus datang menghampiri Kang Komar di kios kue balok yang baru dirintisnya.

Kang Komar mengeluh karena warungnya sepi pembeli. Penampakan warungnya memang terlihat gagah. Namun isi dompet Kang Komar semakin parah. Pemasukannya lebih sedikit dibandingkan saat dia masih kerja di terminal. Istrinya jadi sering marah-marah karena jatah belanja semakin berkurang saja.

Setelah mengeluhkan kondisinya, Kang Komar pun tertunduk lesu. Dia begitu menyesali keadaan yang ada. Kang Mus lalu bicara dengan gaya kebapakannya yang khas, selalu cerdas memberi solusi. Sambil memegang bahu Kang Komar, suami Ceu Esih itu berkata:

“Jangan nunduk. Jangan banyak sedih dan mengeluh,” ucap Kang Mus tegas. Membuat Kang Komar seketika menegakkan kepalanya.

“Dulu kita pernah susah. Kemudian diberi kesenangan. Sekarang kita merasakan susah lagi. Mungkin terasa lebih susah dari yang dulu,” sejenak Kang Mus berhenti bicara. Dia menghela napas panjang.

“Namun yakinlah nanti kita pasti akan diberi kesenangan yang jauh lebih baik dari yang pernah kita dapatkan.” Senyum Kang Mus menerbitkan ceria juga di wajah Kang Komar.

Kang Mus masih memberi penjelasan yang menguatkan anak buahnya yang berambut gondrong itu. Dia mengatakan bahwa jika seseorang terbiasa tegar saat situasi sulit, orang itu tidak akan mudah terlena saat diberi kesenangan. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat menghargai kerja keras dan perjuangan. Maka saat kesenangan datangpun dia akan sangat berhati-hati dan bersungguh-sungguh mensyukuri semuanya dengan baik.

Adegan pendek itu telah memberi pencerahan bagi saya. Kadang saya lebih banyak mengeluh akan segala kekurangan yang terasa. Namun lupa bersyukur atas semua nikmat yang telah diterima. Sering juga saya begitu sempit berpikiran dan mengartikan rezeki terbaik dari Allah itu hanya pada limpahan uang dan harta benda. Lupa akan nikmat-nikmat lain yang berlimpah ruah yang Allah berikan tanpa batas dan tanpa perhitungan.

Allah telah begitu baik memberi nikmat sehat. Nikmat keluarga yang utuh. Nikmat kemudahan menuntut imu. Nikmat tetangga yang ramah dan baik hati. Nikmat anggota badan yang lengkap dan berfungsi sempurna. Nikmat hidup di alam merdeka tanpa perang dan kelaparan. Nikmat bisa memeluk suami dan anak, tertawa bahagia merajut cinta. Nikmat iman dan Islam. Nikmat bisa beribadah dengan nyaman. Masih banyak nikmat lain yang terkadang luput dari lantunan rasa syukur saya. Rasa syukur yang akan menjauhkan dari sifat kufur. Yang akan mendekatkan pada berkah, kasih sayang, dan rida Allah. Semoga.

Terima kasih Kang Komar dan Kang Mus untuk satu episode sederhana yang disajikan namun meninggalkan pelajaran hebat dan keren.

Selasa, 1 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan