Bercerita tentang Hari Raya di tengah Pandemi

Sejak pandemi 2020 lalu, dunia menikmati hari raya dengan cara berbeda. Dari ide itu akhirnya menghadirkan sebuah event yang menceritakan suasana hari raya di tengah pandemi.

Judul: Lebaranku Di-lockdown

Penulis: Juniawati/ Ita Nurcholifah/ Anisa Maharani Arianto/ Reda Mumtaza/ Reski Ray/Amma Naningrum/ Dyah Oktari Anggraini/ Ayu Lestari/ Mutimatun Diniyah/Karima Nada Medina/ Nira/ Ummi Ning/ Sari Gunawan/ Puji Hasti/ Sarah Busyra/Hardianti/ Ari Widiati/ Ummu Raihannah

Penerbit: Rumedia

Blurb:
Ingin tahu bagaimana penulis menjalani lebaran di masa pandemi Covid-19 tahun 2020 ini? Bagaimana menikmati lebaran dengan ala kadarnya atau bahkan tidak sama sekali? Pastikan Anda merasakan tumpahnya beragam kegalauan, patah hati, dan tangis haru hingga perjuangan penulis yang bertarung dengan penuh kesabaran menjalani lebaran kali ini dalam buku Lebaranku Di-lockdown.  Selamat membaca.

Dari event ini, selain dipilih satu naskah terbaik, juga ada hadiah tambahan berupa e-book untuk 8 peserta dan 3 eks buku spesial dari PJ-nya. Simak ketiga cuplikan cerita pilihan, yuk:

Pembicaraan kami pun selesai bersamaan dengan azan Isya. Walaupun singkat, aku merasa cukup lega mengetahui teman-temanku dalam keadaan sehat. Rindu rasanya kembali bertemu secara langsung. Pergi menonton bioskop, liburan sebagai bentuk self-reward setelah menghadapi padatnya perkuliahan, dan berbagai kegiatan lain yang sering dilakukan bersama. Aku berusaha untuk tetap mengikuti peraturan dari pemerintah. Mungkin awalnya terasa berat. Namun, aku tahu bahwa semua itu juga salah satu bentuk mengurangi penularan Covid-19. (“Lebaranku di Masa Pandemi” oleh Karima Nada Medina)

Sebuah tamparan mendarat di pipiku. Rupanya Mira yang melakukan.
“Sadar Ray! Kamu memang di posisi yang sulit tetapi kamu jangan sampai lesu seperti ini, yang paling susah dan harus diberi semangat itu Mamamu, kalau kamu seperti ini gimana nanti kondisi Mamamu,” sergah Mira.
Aku terdiam sembari berpikir tentang ucapan Mira. (“Di Balik Story Covid-19” oleh Reski Ray)

Bapak menyadari bahwa berjualan masker sangatlah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi sekarang sudah mau memasuki bulan puasa. Namun Bapak tidak pernah berhenti berupaya. Semakin hari Bapak makin rajin. Biasanya setelah salat Isya Bapak menjahit sampai jauh malam. Esok paginya, Bapak berangkat menjajakan masker ke kantor-kantor, ke pasar, ke terminal dan kemana saja yang menjadi tempat berkerumunnya massa tanpa memedulikan kesehatannya sendiri. (“Selalu Bahagia” oleh NIRA)

NIRA, peraih naskah terbaik Lebaranku Dilockdown

Akhirnya, siapakah yang berhasil menjadi naskah terbaik di antara semuanya? Selamat ya, untuk NIRA, yang berhasil mendapatkan piala dari event spesial ini.

Jangan lupa, masih dibuka pemesanan bukunya, boleh melalui PJ atau langsung ke saya.

0Shares

Tinggalkan Balasan