Otak

Berbagi Ide oleh Nopiranti

Berbagi Ide

(Nopiranti)

Sudah dua hari ini putri bungsu saya, Bilqis (6 tahun), panas. Muncul ruam merah pula di sekujur badannya. Belum di bawa ke dokter, karena Bilqis sulit minum obat. Cukup makan sepotong obat warung saja, alhamdulillah suhu badannya sudah turun. Hanya ruamnya saja masih ada.

Namun, bukan Bilqis namanya kalau harus mati gaya meski sedang sakit sekalipun. Dia tetap ceria, aktif bergerak, dan banyak bicara alias cerewet. Seperti tadi malam menjelang tidur. Setelah baca doa, dia malah mengajak saya ngobrol.

Bilqis tanya kenapa saya memberi simbol hati pada tulisan orang di facebook. Saya bilang karena tulisannya bagus. Sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih atas tulisannya itu, maka saya kasih gambar hati deh.

“Umi, malam ini mau nulis tentang apa?” Bilqis lanjut bertanya.

“Umi belum ada ide,” jawab saya.

“Mau Bilqis kasih ide tidak?” Dengan nada suara riang dan bola mata yang berbinar, si cantik mencoba membantu saya.

“Memang Bilqis punya ide apa?” Saya respon niat baiknya dengan antusias.

Bilqis lalu meminta saya mendekatkan telinga ke bibir mungilnya. Lalu mulailah dia berbisik.

“Umi, coba deh buat cerita tentang anak-anak dan pengalaman serunya,” Bisik Bilqis lembut.

“Oke. Coba ceritakan anak kecil itu punya pengalaman seru apa?” tanya saya mencoba mengorek imajinasi Bilqis.

Masih tetap berbisik, Bilqis kemudian menjelaskan idenya.

“ Jadi ceritanya ada anak kecil yang pergi ke pantai dengan Ibunya. Namun, saat anak kecil itu bermain pasir sendirian, Ibunya pergi sebentar membeli makanan. Anak kecil itu tidak tahu kalau Ibunya pergi. Ketika dia melihat Ibunya tidak ada, anak kecil itu ketakutan. Dia pikir Ibunya hilang. Atau dia sengaja ditinggalkan sendirian oleh ibunya. Anak kecil itu lalu menangis dan berteriak memanggil-manggil ibunya. Untung Ibunya segera datang. Anak kecil itupun merasa lega dan senang bisa melihat lagi Ibunya. Mereka berdua lalu berpelukan. Selesai deh ceritanya.” Sambil tersenyum lebar, saya bertepuk tangan meriah memberi pujian untuk ide ceritanya yang keren.

Bilqis nampak senang dengan tanggapan saya terhadap ceritanya.

“Bilqis masih ada ide lain Umi,” ucap Bilqis seraya merapatkan badannya lebih lebih dekat lagi ke badan saya.

Setelah saya bilang mau banget mendengarkan lagi idenya, Bilqis lanjut lagi berbisik.

“Kita buat cerita hantu saja Umi. Tentang Si Manis Jembatan Ancol,” intonasi suara Bilqis yang penuh penekanan ala-ala pembawa acara kisah misteri di TV, membuat saya bergidik ketakutan.

Saya menolak ide keduanya ini. Saya katakan pasti nanti saya sudah takut duluan sebelum sebelum mulai menulis. Saya tatap mata bening Bilqis yang terbelalak lucu mendengar jawaban saya. Lalu spontan kami berdua tertawa geli.

Sambil berpelukan erat, kami terus terkekeh geli memikirkan ide cerita Bilqis barusan.

Reda tertawa, Bilqis berbisik lagi. Dia masih ada ide lain rupanya.

“Atau Umi tulis tentang cerita cinta saja. Pangeran tampan dan Putri cantik. Gimana? Bagus kan ide Bilqis yang ini?” tanya Bilqis menunggu respon saya.

Saya tersenyum. Bilqis juga ikut tersenyum. Saling pandang kami sesaat. Lalu berderai lagi tawa geli kami.

“Boleh lah nulis cerita cinta. Tapi, bukan tentang Pangeran dan Putri,” ujar saya sambil berpikir sejenak.

“Umi mau nulis cerita tentang cinta dalam sekotak moci,” jawab saya yang langsung disambut tanya penasaran Bilqis.

“Nanti aja Umi ceritakan kisahnya kalau tulisannya sudah jadi ya. Sekarang Bilqis tidur dulu. Gimana Umi bisa mulai nulis kalau Bilqis enggak tidur juga?” Tegas saya sebelum Bilqis melanjutkan permintaannya supaya saya kasih bocoran tentang alur ide cerita tadi.

“Ayo, baca doa lagi,” ucap saya sambil membantu membetulkan selimbut Bilqis.

“Selamat tidur, Umi.
Selamat mimpi indah. Alavsyu. Aku sayang kamu. Sarangheo .” Setelah memberikan simbol jari sarangheo , Bilqis lalu memeluk saya.

Bibir mungilnya mendaratkan kecupan lembut di pipi dan bibir saya.

“Selamat tidur. Selamat mimpi indah. I love you. Aku sayang kamu.” Sambil membalas pelukan dan ciumannya, saya ucapkan doa yang sama untuk si cantik teristimewa.

Minggu, 20 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan