Window View

Belajar Memeluk Pahit Asam Kenangan (Emmy Herlina)

Belajar Memeluk Pahit Asam Kenangan

Memori, kau membuka luka lama
Yang kuingin lupa
Memori, tolong daku pergi jauh
Janji takkan kembali
(Memori dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya)

Apakah memori itu? Berdasarkan KBBI, pengertian memori adalah kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali atau bisa juga disebut ingatan.

Sedangkan kenangan, masih menurut KBBI, adalah sesuatu yang membekas dalam ingatan, atau bisa juga disebut dengan kesan.

Dengan kata lain, kenangan berarti lebih mendalam dibandingkan memori. Kenangan berisi lebih dari sekadar sebuah pengalaman yang pernah terjadi pada perjalanan hidup kita.

“Terkenang saat nan indah
Waktu kita bersama berteduh di bawah satu bumbung
Kau buka jalan bahagia pada hati terbiar luka ….”
(Bayangan dinyanyikan oleh Aishah)

Beberapa kenangan membangkitkan senyuman saat teringat. Namun tak dipungkiri, tidak semua kenangan itu membahagiakan.

Rasanya munafik kalau kubilang semua momen menyenangkan untuk diingat. Bahkan seringkali aku berharap untuk mendapatkan amnesia. Karena beberapa kenangan terlalu menyakitkan untuk diingat.

Sebut saja kenangan diabaikan.
Kenangan dibentak diam saat masih kecil.
Kenangan saat menggoreskan pisau di lengan sendiri hingga mengalirkan darah.
Kenangan pelecehan yang menimbulkan trauma bertahun-tahun terhadap lawan jenis.
Kenangan jatuh pingsan saat menjalani ujian praktik di kampus.
Kenangan saat mantan yang pernah disayangi menikah dengan teman akrab sendiri.
Kenangan dipermalukan di depan umum saat di kantor, maupun di sekolah anak.
Kenangan saat pasien meninggal di depan mata dan aku disidang karenanya.
Kenangan saat gawai direbut dari tangan.

Ada banyak sekali lembaran hitam yang tak ingin kulirik kembali. Ada banyak sekali memori yang ingin ku-delete andai semudah menekan satu tombol klik saja.

Tapi ketahuilah, tiada satu helaipun daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Illahi. Tiada satupun peristiwa dalam hidup tanpa suratan takdir-Nya.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tidak ada yang terlambat maupun terlalu cepat. Semua peristiwa telah diatur sedemikian rupa sehingga terjadi di saat yang tepat, pada momen yang kadang tak dapat ditakar oleh pikiran manusia.

Pada akhirnya kamu tak bisa mengingkari bahwa segala kenangan, baik maupun buruk itu sudah telanjur terjadi, menjadi bagian dari pengalaman hidupmu.
Pada akhirnya mau tak mau, kamu harus mengakuinya sebagai kisah non fiksi yang tergores nyata memberikan sebuah fakta.
Pada akhirnya kamu akan menyadari, tiada satupun peristiwa yang tidak mengandung nasihat bijak yang akan menegarkan langkahmu di kemudian hari, jika kamu bisa memahami.

Meski untuk mengetahui hikmahnya, hal pertama terlebih dahulu adalah tidak mengingkari.
Terimalah apa yang telah terjadi.
Terimalah pada suatu masa, hal buruk bisa terjadi, laksana shit happens (seperti yang pernah kutorehkan dalam event Nubar Sumatera berjudul Berdamai dengan Masalah).
Bahwa hidup tidak melulu berisi laugh and cupcakes (disadur dari film Trolls).
Bahwa selalu ada pelangi setelah hujan badai.

Yang perlu kamu lakukan adalah belajar memeluk pahit asam kenangan. Belajar menerima semua kejadian dan gejolak emosi rasa, apapun bentuknya. Lalu percayalah, seburuk apapun masa lalumu, masa depanmu tetap suci. Sepahit apapun yang terjadi, hidupmu ke depan akan baik-baik saja.

Sebagai penutup yang manis, supaya tulisan ini lebih dikenang, kucantumkan sebuah nyanyi dari salah satu lagu yang kusebutkan di awal tadi.

Bandar Lampung, 5 Juli 2020

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan