BAHAGIAKU, BAHAGIAMU (Putri Zaza)

BAHAGIAKU, BAHAGIAMU

Kutatap lelaki yang berdiri di atas pelaminan bersama seorang gadis pilihannya. Gadis yang ia sudah pacari sejak masuk perguruan tinggi. Lelaki itu adalah mantan pacarku.

“Selamat ya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah wa rahmah,” ucapku menyalami, ia menggunakan jas yang sama persis dengan jas yang kupilihkan.

“Sayang, ini bagus deh kayaknya buat, kamu!” ujar Diyo memperlihatkan pakaian pesta untuk prom night.

Aku dan dia memang sengaja untuk datang ke sebuah butik untuk membeli pakaian yang akan kami gunakan di prom night. Di tangannya kini ada mini dress berwarna abu-abu muda dengan lengan pendek yang transparan  berbahan emboider dilengkapi bordir bunga yang menghiasi bagian dada hingga pinggang, terlihat indah sekali.

“Aku pilih ini ajah, kamu bisa pakai jas abu-abu yang… ini!” ujarku memilihkan jas yang serasi dengan gaun pilihannya. Seketika ingatan itu terulang

“Sudah berapa bulan?” ucap Nessa si mempelai perempuan sambil mengelus perutku yang makin membesar.

“Bulan ini, tujuh,” ucapku tersenyum. Nessa mendoakan semoga lancar dipersalinan. Kuturuni  anak tangga dengan dituntun oleh lelaki yang sudah menikahiku satu tahun yang lalu.

Kulihat senyum bahagia itu mengembang di wajah Diyo, dulu ia berkata kepada Yoda di atas pelaminan pada hari pernikahanku.

“Selamat ya, kamu laki-laki beruntung yang telah mendapatkan hati Nindi,” ucapnya sambil memeluk Yoda, tapi kini ia pun beruntung mendapatkan Nessa yang ceria dan pandai memasak. Aku bisa melihatnya dari postingan instagram Nessa, ia pun sering berbagi resep buatannya sendiri dan memberikan tips dan trik memasak hal-hal sulit.

Bersama Diyo dulu kami pernah berbagi kebahagian bersama, kini kami memiliki kebahagian dengan cara yang berbeda dan bersama orang yang berbeda.

Cibitung, 26 Juli 20202

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan