Al Quran

AWAL KATA IKHLAS (Putri Zaza)

AWAL KATA IKHLAS

Apa itu ikhlas?

Menurut kbbi ikhlas/ikh·las/ a bersih hati; tulus hati: memberi pertolongan dengan –; mereka benar-benar –;
mengikhlaskan/meng·ikh·las·kan/ v memberikan atau menyerahkan dengan tulus hati; merelakan: kami telah ~ kepergiannya; dia ~ tanahnya untuk tempat pembangunan rumah sakit;
keikhlasan/ke·ikh·las·an/ n ketulusan hati; kejujuran; kerelaan: kita menghargai ~ nya menyerahkan sumbangan kepada yayasan yatim piatu.

Akar utama dari kata ikhlas adalah kholaso artinya sesuatu yang bening tidak bercampur dengan apapun. misalnya, air mineral yang masih bening yang belum tercampur dengan apapun. Jika di negara Arab ketika seorang menuntaskan suatu pekerjaan, maka ia akan berkata kholas artinya beres atau selesai.

Kholaso  ketika dijadikan suatu subjek atau benda maka menjadi kholis. Misalnya, di dalam perut hewan ternak ada tiga jalur, yaitu jalur yang dilewati oleh darah dan jalur yang dilewati oleh kotoran dan di antara kedua jalur tersebut ada jalur untuk air susu. Akan, tetapi air susu ini tidak tercampur dengan darah atau kotoran. Di dalam alquran diistilahkan dengan kholis.

“Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu.
Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.”
(QS. An Nahl: 66)

Menurut ilmu sharraf cabang bahasa Arab ketika ada suatu kegiatan yang dilakukan harus ditambahkan hamzah di depan kata asalnya. Kholaso menjadi akhlaso yang artinya usaha untuk menghilangkan semua campuran yang mengotori suatu yang bening sehingga tinggal tersisa yang beningnya saja.

Kemudian akhaso dijadikan kata sifat menjadi ikhlas asalnya, ada upaya, berusaha, atau menghilangkan segala campuran atau hal-hal kotor yang tidak terkait dengan esesnsi atau aktivitas yang tengah dijalani

Essensi itu benda contohnya, kita menginginkan air bening tiba-tiba ada pasir yang masuk kemudian, kita keluarkan pasir tersebut dan tersisa air beningnya saja. Nah, ketika kita melakukan hal tersibut,  berarti kita sedang ikhlas dalam pengertian bahasa.

Aktivitas segala pekerjaan yang kita lakukan. ketika sedang mengerjakan sesuatu tiba-tiba ada yang mengganggu, lalu kita tepikan gangguan tersebut, itu berarti kita sedang ikhlas.

Orang yang berusaha untuk ikhlas disebut mukhlis/mukhlisoh.

Ikhlas diartikan oleh para ulama adalah puncak keimanan dan sifat tawakal dalam menerima dan menjalankan semua ketentuan dan ketetapan Allah SWT. Bukan hanya menerima, tetapi juga menjalankannya.

Nb: ringkasan dari kajian Ustaz Adi Hidayat, Lc., MA

Cibitung, 19 Juli 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan