AKU HARUS BANGKIT oleh Putri Zaza

AKU HARUS BANGKIT

Setelah kutulis ‘Perjuanganku Melepas Oppa‘ minggu lalu. Hari ini, aku akan berbagi cerita tentang bagaimana caraku bangkit setelah melepas kesenangan duniawi yang menyilaukan mata.

Loh, kenapa harus bangkit sebegitu terpurukkah saat meninggalkan?

Iya, benar aku terpuruk karena dengan memutuskan meninggalkan Oppa tandanya aku harus menutup usahaku. Loh, kenapa? karena usahaku berkaitan dengan dunia mereka. Bisa saja aku tetap membuka usahaku tapi, aku takut kembali lagi ke sana. Ya, namanya juga jualan tiap hari harus masuk ke pasarnya untuk mengetahui kebutuhan si calon pembeli.

‘Allah akan mengganti dengan hal baik jika kita berani meninggalkan hal buruk walau, sulit.’ Kata-kata ini selalu menguatkan di saat aku berpikir untuk membuka kembali usaha ini.

Alhamdulillah, empat bulan tanpa pemasukan, empat bulan pula menggantungkan kebutuhan kepada orang tua lagi. Malu rasanya, tak henti kupanjatkan doa semoga Allah memberiku rezeki yang cukup agar dapat membahagiakan orang tuaku.

Tahun 2018 adalah tahun penuh drama selain keuangan yang kandas, kisah cintaku pun kandas. Di saat menikah bukan lagi solusi. Namun, berpisah adalah hal terbaik meski menyisakan luka.

“Beh, coba, deh, ngelamar di tempat si Eka kerja, dia, kan, baru keterima kerja,” ujar Dian.
“Di mana?”
Wait, gua kirim,” ucapnya antusias dengan mata dan tangan yang sibuk dengan handphone-nya.
“Coba langsung tanya Eka ajah biar lebih jelas,” lanjutnya setelah berhasil mengirim gambar berisi lowongan kerja lengkap dengan kriteria dan syaratnya.

Setiap kali Dian merekomendasikan lowongan kerja aku cuma membaca lalu mengabaikan. Kali ini berbeda sepertinya aku harus mencoba. Kubaca satu per satu kriteria dan syarat yang dibutuhkan. Ternyata ini work interview dan waktunya tinggal dua hari lagi. Kurapikan semua berkas yang dibutuhkan.

Dengan modal nekat dan restu kedua orang tua. ‘Bismillahirohmanirrohim, Bismillahi tawakkaltu alallah laa hawla wa laa quwwata Illa billah,’ kulangkahkan kaki memasuki gedung yang penuh dengan calon karyawan sepertiku ada sekitar 50-an orang.

Tes demi tes kulewati. Ruangan yang tadinya penuh dan sesak kini mulai terasa dinginnya AC di ruangan sepertinya mulai berfungsi padahal sudah sejak awal diaktifkan.

Alhamdulillah, atas izin Allah aku termasuk ke dalam enam calon karyawan yang akan bergabung.

“Selamat bergabung, ya, jaga nama baik perusahaan. Terima kasih, hati-hati di jalan, ya!” ucap salah satu penyeleksi.

Benar, kan, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Jadi, buat sahabat-sahabat hijrahku jangan takut untuk kehilangan apa yang sangat penting jika itu tidak baik karena kita masih punya Allah Sang Maha Kuasa.

Cibitung, 19 Juni 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan