Asparagus dan Steak

Ada Apa dengan Sahur Pertama Tahun Ini? oleh Emmy Herlina

Ada Apa dengan Sahur Pertama Tahun Ini? (Emmy Herlina)

Alhamdulillah, Ramadan kembali tiba. Really, Em? Apa kali ini aku benar-benar sumringah menyambut Ramadan? Bolehkah kuberkata jujur?

Sebenarnya, aku belum siap. Selain karena masih ada hutang puasa yang belum lunas (jangan ditiru), tapi juga karena tahun ini suasana Ramadan begitu berbeda. Iya. Sangat berbeda. Sampai-sampai ada meme yang mengatakan tahun ini, manusianya lebih dulu dibelenggu daripada setannya.

Katanya, kan, di bulan Ramadan itu, waktunya setan dibelenggu. Sebenarnya bukan dibelenggu secara harfiah, melainkan dikarenakan tiap manusia dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, dengan begitu dia sekaligus membelenggu setan di dalam dirinya. Jadi, kalau berbuat salah, jangan salahkan setan, ya! Khilaf itu salah manusianya diri. Jarang ada dosa yang tidak disengaja, misalnya dosa merebut pasangan orang lain. Ups. Jadi melebar bahasannya. πŸ˜€

Nah, kembali ke suasana Ramadan berbeda. Itu dikarenakan adanya wabah Covid-19 yang sedang mendunia hingga sudah diberlakukan lockdown atau minimal PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Fiuh. Berat rasanya bahas ginian di blog sendiri, mah. Soalnya aku malas membicarakan “virus C” kecuali di tempat kerja atau untuk keperluan tugas kuliah.

Intinya, seluruh manusia pada tahun ini diharapkan khusyuk beribadah di rumah masing-masing. Misalnya: tidak ada lagi suasana tarawih beramai-ramai ke Masjid, apalagi bukber di luar. Walau bagiku, seorang pekerja rumah sakit, tetap saja harus ke luar rumah untuk keperluan melayani masyarakat (Asyik). Dengan begitu, aku masih mengalami bukber juga, alias bahasa kerennya ifthor jama’i. Buka bareng-bareng siapa memangnya? Ya, tentu dengan teman-teman satu ruangan, dong. Berbuka dengan menu spesial khas Instalasi Gizi di RS. πŸ˜€

Bagaimana dengan sahur? Nah, untuk teman-teman yang terkena shift malam, tentu mengalami β€œsahur bareng”. Ya, sama dengan bukber, menikmati menu spesial dari RS bersama teman-teman seruangan di waktu sahur. Hihi.

Kalau aku bagaimana? Well, berhubung suasananya sedikit berbeda, awalnya aku sedikit ragu apakah sanggup menjalani ibadah puasa dan lainnya dengan baik kali ini? Dikarenakan aku sedang dilanda jenuh bekerja (https://parapecintaliterasi.com/seandainya-para-pekerja-wfh-work-from-hospital-kelelahan-oleh-emmy-herlina/), kudu menjaga imunitas yang selama ini kulakukan dengan banyak makan πŸ˜€

Walaupun, di sisi lain aku juga bersyukur ada suatu hikmah di balik aturan di rumah saja ini, yaitu perkuliahan dijalani secara daring. Aku enggak bisa bayangin, deh, lagi shaum, kudu bolak-balik naik tangga ke lantai tiga sampai lantai empat, begitu terus sampai malam, lalu dilanjutkan malamnya harus bekerja. Ah, memang benar, selalu ada hikmah di balik semua kejadian. Allah tahu kesanggupan hamba-Nya sebatas mana. Itu berarti, aku akan sanggup menjalani semua aktivitas ini meski dengan berpuasa. Bismillah.

Menikmati santap sahur untuk pertama kalinya tidak sulit untuk kulakukan. Aku bisa makan dengan tenang, bersama suami dan anakku yang pertama. (Adiknya masih tidur lelap dan paginya dia heran karena kakaknya enggak ikut sarapan seperti kuceritakan di https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-1-oleh-emmy-herlina/, hihi)

Untuk menu sederhana saja. Terdiri dari karbohidrat, protein dan sayuran. Aku bahkan tidak mengkonsumsi susu, seperti yang kulakukan di tahun lalu. Gantinya yang sering kukonsumsi akhir-akhir ini adalah sejenis jahe merah, wedang, empon-empon, untuk menjaga stamina tubuh.

Jadi, memang tidak ada perubahan yang cukup berarti jika membahas suasana di waktu sahur. Alhamdulillah semua berjalan seperti biasa. Selepas sahur, kami akan beristirahat sejenak untuk menunggu azan Subuh tiba, lalu salat bersama. Memang biasanya seperti itu yang terjadi di setiap tahunnya.

Harapanku, meski dengan berbagai kejadian tak terduga di tahun ini, namun kami bisa menjalankan ibadah seperti biasanya. Mulai dari berpuasa, menjalankan salat Tarawih, tadarus Quran, dan lainnya, termasuk bekerja, semua bisa berjalan lancar tanpa kendala. Amin.

Well, meski diawali dengan minim persiapan (hati), bukan berarti tak bisa diakhiri dengan indah, kan?

Bandar Lampung, 29 April 2020

nulisbareng/Emmy Herlina

0Shares

20 comments

  1. Semoga lancar ya puasa Ramadannya. Walaupun sahur sederhana engga apa, semoga bisa sebulan penuh. Yang penting kehangatan pas sahur deh jadi penyemangat…

  2. Semangat meraih keutamaan Bulan Ramadhan ya, mba? Saya juga nih, lagi semangat-semangatnya puasa eh tiba-tiba di tamu bulanan datang di awal Ramadhan. Semoga bisa mengejar semua ketertinggalan, nih.

  3. Walau kita semua dalam keadaan kurang baik akibat pandemi ini, tetapi kita masih sehat dan itulah anugrah tak terkira dari Pemilik Kehidupan, Semoga ibadah puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadan dapat dijalankan dengan baik. Tak terkecuali untuk diri sendiri juga

  4. Semangat mba’. Ramadhan kali ini memang tidak seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya, karena datangnya tamu tak diundang yaitu si Corona. Semoga ada hikmahnya, dan dunia segera bersinar lagi seperti dulu. Hug & kiss dari Bukittinggi…

  5. Insha Allah bisa puasa di bulan Ramadhan ini. Yg pnting niat dan semangat ya mba. Smg puasanya lancar …Aamiin

Tinggalkan Balasan