9 Langkah Menulis Buku Non FIKSI oleh Nopiranti

9 Langkah Menulis Buku Non Fiksi

(Nopiranti)

Tulisan non fiksi banyak bentuknya. Ada buku, berita, laporan, makalah, skripsi, jurnal, dan lain sebagainya. Saya pribadi menganggap membuat tulisan non fiksi itu tidak mudah. Namun, Pak Deejay, founder DTC yang mempunyai slogan Menulis Semudah Membuat Status ini, mengatakan bahwa membuat tulisan jenis apapun itu sebetulnya mudah. Asal kita tahu ilmunya.

Nah, berkaitan hal itu, Pak Deejay dengan sangat baik hati berbagi ilmu 9 langkah menulis buku non fiksi. Seperti biasa, ulasan keren beliau bisa kita simak di channel youtube Nubar pro. Channel yang pas banget tempat kita bisa mendapatkan banyak ilmu literasi.

Kita coba bahas yuk 9 jurus mantap ala Suhu Deejay untuk mempermudah kita membuat buku non fiksi.

  1. Menentukan Tema/Ide

Ide itu gagasan dasar. Hal pokok yang menjadi pusat pembahasan tulisan kita.

Setelah menentukan tema/ide, kita uraikan menjadi kata, kalimat, paragrap, sub bab, dan bab.

Seperti mudah ya? Namun, sering kali saya merasa kesulitan menemukan ide yang pas. Sehingga membuat saya malas atau kesulitan memulai menulis.

Ini yang harus kita hindari kata Pak Deejay. Perasaan negatif yang menganggap bahwa menangkap ide itu sulit. Semua dimulai dari pikiran kita dulu.

Yakinkan diri bahwa semuanya mudah. Tak ada yang sulit selama kita mau belajar, selalu bersemangat, disiplin, dan patuh pada komitmen.

Galilah terus ide dengan banyak membaca buku, banyak bermain atau bersilaturahmi, dan banyak jalan-jalan.

  1. Membandingkan Buku Sejenis

Ketika kita akan menulis sebuah tema, cobalah untuk mencari sebanyak mungkin referensi dari buku yang memiliki tema sejenis dengan yang akan kita tulis. Lakukan perbandingan tentang kelebihan dan kekurangan buku-buku itu.

Setelah itu lakukan modifikasi. Hasilkan tulisan baru yang membahas hal unik yang belum dibahas oleh buku-buku yang sudah ada.

  1. Sumber Pustaka

Sebagai penghargaan dan ungkapan rasa terima kasih pada penulis yang bukunya kita jadikan referensi tulisan kita, cantumkanlah dengan lengkap data bukunya sebagai sumber pustaka.

Jangan asal comot ide dan pendapat penulis lain tanpa menyebutkan sumbernya dengan jelas. Jika tidak, kita bisa dianggap plagiat/mencuri karya tulis orang lain.

  1. Membuat Mind Mapping

Mind mapping itu memetakan tema umum dan ide-ide turunannya dalam bentuk bagan sederhana. Nanti akan terlihat dari bagan itu, ide mana yang akan kita ambil atau kita pakai dalam tulisan. Serta ide mana yang sebaiknya tidak kita gunakan.

  1. Membuat Outline /Kerangka Tulisan

Kerangka karangan itu susunan ide yang kita ambil dari hasil mind mapping . Susunan itu kemudian kita tetapkan sesuai bagiannya yaitu pembuka, isi, dan penutup.

Namun, susunan ini tidak harus saklek harga mati. Kita masih bisa mengubah susunan ide itu sesuai kebutuhan yang ada. Misalnya tiba-tiba muncul ide baru yang lebih menarik atau ngin menukar penempatan paragrap satu dengan paragrap yang lain.

  1. Temukan Gaya Menulis

Setiap orang memiliki gaya menulis yang unik. Sekalipun kita punya idola penulis tertentu, gaya menulis kita tidak boleh sama persis dengan gayanya. Nanti orang bisa mengira kita menjiplak atau plagiat.

Semakin sering berlatih, kita pasti akan menemukan gaya khas kita sendiri. Perbanyaklah membaca agar latihan menulis kita lebih lancar. Karena semakin banyak baca akan semakin banyak pengetahuan. Pengetahuan inilah yang akan membantu melancarkan kita menuangkan ide dalam tulisan.

  1. Membuat Jadwal Menulis

Alah bisa karena biasa kan? Biasa itu harus dikondisikan. Kalau perlu dipaksa.

Paksakan menulis setiap hari. Di waktu-waktu tertentu. Disiplin dan komitmenlah dengan jadwal tersebut. Agar hasilnya terlihat.

  1. Lakukan Self Editing

Sebaiknya setelah selesai menulis biasakan untuk mengendapkan tulisan tersebut sesaat. Satu atau dua hari. Setelah itu baru lihat typo/kesalahan ketik. Perhatikan tanda baca. Cek pemilihan kata baku dan tidak baku. Lihat lagi penulisan kata asing/kata daerah, pemakaian kalimat aktif atau pasif, dan penempatan konjungsi.

  1. Mengirimkan Naskah

Pastikan tulisan kita selesai. Rapi sudah diedit semampu kita. Setelah itu kirimkan naskah kita untuk dicetak dan dipublikasikan.

Lengkap banget kan penjelasan Pak Deejay tentang langkah menulis buku non fiksi?

Apa? Masih belum jelas? Oh, tidak usah khawatir. Gampang. Tinggal simak ulang saja ulasan beliau di link youtube berikut ini.

Materi Non Fiksi

Sok mangga , puas-puasin deh menyimak. Sampai kau rasakan bola lampu itu menyala di benak. Lalu semangat mengalir hangat. Mengajak jemari riang berkarya. Mengukir aksara penuh makna di atas kanvas sejarah. Warisan untuk generasi penerus.

Rabu, 23 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan