Sumber: sains.kompas

5 Cara Dahsyat Menulis Cepat oleh Nopiranti

5 Cara Dahsyat Menulis Cepat

(Nopiranti)

Ketika harus menyelesaikan naskah tulisan, saya sering menghadapi kendala. Salah satunya sulit menyelesaikannya sesuai target waktu yang ditentukan. Kalaupun bisa, kebanyakan diselesaikan terburu-buru karena sudah terpepet waktu. Ide dituangkan seadanya. Tidak punya banyak kesempatan untuk mengedit karena naskah harus sudah dikirimkan. Akibatnya setelah dibaca ulang, saya sering kurang puas dengan hasil akhir tulisan. Banyak yang masih salah ketik. Kadang ada kata yang kurang. Ada juga ide yang dirasa kurang pas.

Bagaimana ya caranya bisa menulis cepat, tepat waktu sesuai target, dan hasilnya bagus? Hmm, sepertinya harus ngintip channel youtube Nubar Pro nih. Siapa tahu Pak Deejay punya solusi untuk masalah saya ini.

Ah, ternyata memang ada. Pak Deejay keren deh, tahu aja kebutuhan penulis pemula seperti saya. Dalam acara bincang santai Menulis Bersama Deejay, founder Deejay Training Centre/DTC ini memberikan 5 tips dahsyat menulis cepat. Cus yuk kita simak pemaparannya.

Menurut Pak Deejay yang dimaksud menulis cepat itu bukan berarti menulis dengan terburu-buru sehingga mengesampingkan kualitas isi dan menabrak aturan penulisan. Yang dibahas kali ini adalah teknik mempercepat menyelesaikan tulisan sesuai target yang sudah kita tentukan.

Penekanannya di sini adalah komitmen dan disiplin. Memaksakan diri agar tulisan beres. Tidak jadi naskah mangkrak. Karena jika sudah ditinggalkan, biasanya malas melanda. Semangat dan ide hilang. Akhirnya lupa atau menyerah begitu saja.

Jika tidak mau hal itu terjadi, yuk kita coba saran Pak Deejay berikut ini:

  1. Selalu Catat Ide

Jika tulisan kita sulit selesai karena terbentur ide yang tak kunjung datang, maka biasakanlah untuk selalu mencatat ide.

Apapun yang ada di sekitar kita itu sumber ide yang melimpah sebetulnya. Tinggal kita menajamkan mata, telinga, dan rasa. Lalu belajar mengolah apa yang kita lihat, dengar, dan mampir di hati dan benak kita itu menjadi tulisan yang bermakna.

Di sini,yang perlu dicatat hanya ide besarnya saja. Bisa ditulis di buku catatan khusus. Bisa juga menyimpannya di gawai. Setelah ada waktu luang dan berada di tempat yang nyaman, segeralah eksekusi ide besar itu menjadi tulisan utuh.

  1. Eksplorasi Dengan Data dan Fakta

Baik itu tulisan fiksi atau non fiksi, dua-duanya membutuhkan data dan fakta yang tepat. Khusus untuk non fiksi, data dan fakta harus BAL atau Benar, Akurat, Lengkap. Supaya kita tidak dianggap menyebarkan berita bohong.

Data dan fakta ini bisa kita dapat dengan banyak membaca, baik sumber cetak maupun lewat internet. Terkadang kita juga perlu untuk terjun langsung ke lapangan. Jika hal itu memungkinkan tentu saja.

Dalam tulisan fiksi, pengarang mempunyai kebebasan lebih untuk mengembangkan ide mengikuti daya khayal atau imajinasinya. Namun, tetap acuan dasarnya adalah menulis untuk mencerdaskan pembaca.

Jangan sampai karena terlalu mengedepankan kebebasan berimajinasi, kita malah menyesatkan pembaca. Ingatlah, bahwa menulis itu mengabadikan kebaikan.

Saat orang mengikuti ide baik yang mereka baca dari tulisan kita, yakinlah pahala kebaikan juga akan mengalir pada kita. Sebaliknya, jika keburukan yang kita tulis membuat pembaca teridei untuk ikut melakukannya juga, berarti kita juga ikut menanggung dosanya.

  1. Polakan Tulisan Dengan Outline “Maya”

Outline atau kerangka sangat dibutuhkan untuk memudahkan kita menyusun tulisan. Ibaratnya kerangka itu garis yang membantu menghubungkan titik-titik ide. Dengan membuat kerangka, nanti akan terbayang apa yang akan kita tulis di bagian pembuka, isi, dan penutup.

Menurut Pak Deejay, kerangka maya itu maksudnya kerangka yang kita bayangkan dulu di dalam benak kita. Belum kita tuangkan dalam tulisan di atas kertas. Bermain-main saja dulu dengan imajinasi. Jika itu memungkinkan.

Tetapi, jika kita kurang nyaman dengan cara ini, tidak ada salahnya untuk langsung membuat kerangka tertulis saja. Bisa menggunakan teknik mind mapping atau clustering technique .

  1. Abaikan Gangguan

Ini dia masalah utama yang sering saya rasakan. Terutama godaan gawai.

Kata Pak Deejay, ada baiknya saat kita akan menulis, nonaktifkan dulu gawai. Supaya konsentrasi lebih terjaga dan target bisa tercapai.

Dibutuhkan juga bantuan dari orang-orang terdekat untuk membantu kita fokus. Misalnya meminta izin untuk tidak diganggu dulu selama kita sedang menulis. Beri pemahaman pada mereka bahwa suatu keberhasilan itu tentu membutuhkan pengorbanan.

  1. Tancap Gas, Tidak Berhenti Sebelum Target Selesai

Lagi-lagi yang dibutuhkan adalah disiplin dan komitmen. Jangan terlalu muluk-muluk pasang target yang harus dipenuhi.

Mulai dengan meluangkan waktu 10 menit setiap hari untuk menghasilkan 1 lembar tulisan misalnya. Tapi, ini harus benar-benar diikuti. Karena jika kita serius, maka dalam jangka waktu 1 bulan, kita akan memiliki tabungan tulisan kurang lebih sebanyak 30 lembar. Modal yang lumayan untuk bisa membuat 1 karya buku tunggal.

Namun, jangan karena harus tancap gas, terus kita terlalu memorsir diri. Ambil waktu sejenak untuk istirahat. Alihkan pikiran pada hal lain di luar menulis. Siapa tahu hal itu bisa menyegarkan pikiran kita. Syukur-syukur bisa memberi ide segar untuk tulisan kita.

Selamat mencoba tips dahsyat menulis cepat dari Pak Deejay ini ya. Kalau mau lebih jelas lagi, jangan ragu untuk mampir dan simak langsung penjelasan beliau di channel youtube Nubar Pro lewat link berikut ini ya.

Senin, 21 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan