Otak

4 Cara Mengubah Kekesalan Menjadi Positif oleh Juniawati

4 Cara Mengubah Kekesalan Menjadi Positif
Juniawati


Kehilangan kendali saat kesal atau marah barangkali sering kita rasakan. Kesal saat karena menunggu lama, terjebak macet, atau merasa kehilangan seseorang yang penting dalam hidup. Emosi yang meledak-ledak pun tak jarang meluap dan tak bisa terkontrol. Dunia terasa sempit dan kekesalan ingin segera ditumpahkan. Akibatnya, emosi yang muncul umumnya adalah kemarahan.


Menurut Kaplan (1983) menyebutkan emosi adalah ekspresi dari tekanan atau akibat kegagalan individu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga menimbulkan ketegangan yang berat. Keadaan psikis yang tidak positif akan muncul, antara lain kekerasan yang tentunya akan berakibat buruk pada pribadi, hubungan pertemanan, atau pekerjaan. Ringkasnya, keadaan emosi yang negatif ini dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.


Namun tak dipungkiri, sebagian besar banyak yang mampu mengendalikan ekspresi kekesalan dengan beragam cara. Usaha ini dimaksudkan untuk menahan emosi yang muncul akibat kekesalan yang sedang memuncak. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa mengubah kekesalannya menjadi hal yang positif.
Beberapa cara dapat ditempuh dalam mengubah kekesalan dengan benar bahkan menjadi hal yang positif. Berikut 4 cara yang bisa kita lakukan:

  1. Berpikir dan Bertindak Positif.
    Menurut situs Alodokter.com, berpikir positif dengan mengubah sudut pandang secara positif. Maksudnya, seseorang yang tengah mengalami perasaan kesal dapat melihat masalah yang dihadapi atau yang menjadi penyebab dengan melihat sisi manfaatnya sehingga respon yang keluar nantinya juga akan bernilai positif bagi diri sendiri dan orang lain. Cara ini diikuti dengan sikap tenang dan menarik napas panjang.
  2. Komunikasi
    Salah satu cara untuk mengubah kekesalan menjadi positif adalah dengan berkomunikasi. Komunikasi menjadi media yang efektif dalam menyalurkan perasaan, mengungkapkan keadaan yang tengah dirasakan atau dialami secara tatap muka. Penyampaian pesan secara interpersonal kepada lawan bicara terlebih pada orang yang telah memicu kekesalan, memang tidak mudah. Namun, sisi baik dari cara ini adalah tidak sekadar menyampaikan pesan atau bertukar lambang, simbol dsbnya, melainkan juga membangun makna bersama, (Davito, 1997). Komunikasi dapat berlangsung dengan suasana yang personal. Alhasil, komunikasi yang muncul akan mendatangkan kesan positif bagi diri sendiri dan si penerima pesan. Seseorang akan memahami letak kekurangannya demikian juga pada lawan bicara. Secara perlahan komunikasi yang terjalin akan mendatangkan persepsi yang sama yakni akan saling mengerti dan menerima keadaan. Alhasil, mata rantai kekesalan dan emosi negatif lambat laun akan musnah .
  3. Pengalihan atau Displacement.
    Dari beberapa sumber bacaan menjelaskan bahwa pengalihan merupakan suatu cara untuk menyalurkan emosi dalam hal ini kekesalan, salah satunya adalah Hube, M. Darwis (2006), mengungkapkan, cara ini sebagai representasi penyaluran ketegangan emosi. Berdasarkan ungkapan Hube,M. Darwis (2006), dapat dilakukan dengan aktivitas yang menyenangkan, seperti berolah raga, menulis diary dan lainnya.
  4. Mendekatkan Diri Kepada Sang Pencipta
    Mendekatkan diri pada Sang Pencipta adalah salah satu cara yang dapat mengubah kekesalan menjadi positif yakni dengan mengikuti tiap perintah dan larangan yang telah ditentukan. Dalam hal ini sebagai muslim, kita dapat melaksanakan petunjuk Allah Swt dengan bersikap lapang dada dan bersedia memberi maaf kepada orang lain. Sebagaimana yang tertulis dalam Al-qur’an surat Al-A’raf ayat 199, agar umat Islam menahan amarah dan memberi maaf surat Al-A’raf: 199 yang artinya, ”Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya secara sembunyi dan terang-terangan dan orang yang menahan kemarahan serta memaafkan manusia, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
    Cara berikutnya yang menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah dengan senantiasa mengingat Allah maka hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Al-qur’an dalam surat Ar-Raad ayat 28 menyebutkan yang artinya,” Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah maka hati tentram.”
    Semoga keempat cara di atas dapat menambah pengetahuan kita dalam mengubah kekesalan menjadi positif sehingga ke depan menjadi pribadi yang menyenangkan, sehat fisik dan mental.

Referensi:
Devito. A. Joseph. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Profesional Books
Hube, M. Darwis.2006. Penjelajahan Religio-Spiritual tentang Emosi Manusia Di dalam Al- Quran. Jakarta: Erlangga.
H.Kaplan B. (1983). Pshychososial Sress Trend in Theory and Researce. New York: Academic Press.
Lajnah Pentashih Al-qur’an. Tafsir Tematik. Kementerian Agama Republik Indonesia
Tiffany. 13 Cara Meluapkan Emosi Dengan Baik. https://dosenpsikologi.com/cara-meluapkan-emosi-dengan-baik. Diakses 9 Oktober 2020

Nulisbareng/Juniawati

0Shares

Tinggalkan Balasan